Warung Bebas

Senin, 16 Januari 2012

Peristiwa Besar Dunia Akibat Konspirasi

Mungkin tak banyak yang tahu bahwa tak semua hal di dunia ini terjadi dengan begitu saja tanpa perencanaan matang yang melibatkan banyak pihak dan cenderung menjadi sebuah konspirasi.
Banyak perencanaan yang bertujuan baik, tapi banyak juga yang sangat
jahat hanya demi mendapatkan materi dan kekuasaan. Ini lah 10 saja
kejadian yang diakibatkan konspirasi-konspirasi jahat tingkat tinggi dalam beberapa dekade terakhir yang didatanya dikutip dari beberapa sumber. 

1. Perusahaan Obat “Big Pharma”


Barangkali hampir semua orang (kecuali pemilik sahamnya) tidak menyukai perusahaan farmasi karena
harga obat yang terlalu mahal. Selain itu ada indikasi upaya perolehan
laba perusahaan yang dilakukan secara tidak benar, dan tampaknya setiap
beberapa bulan ada korban-korban berjatuhan dari beberapa obat yang
sebelumnya diklaim sangat aman. Itu adalah kejadian kecil dari industri
obat (Perusahaan Obat Big Pharma) yang diawasi dengan rasa curiga oleh
masyarakat.


Beberapa
penganjur “pengobatan alternatif” percaya bahwa perusahaan farmasi
benar-benar berkomplot untuk menjadikan orang-orang tetap sakit demi
keuntungan bisnis. Sebagai contoh, Kevin Trudeau (pengarang
buku bestseller berjudul “Natural Cures They Don’t Want You To Know
About” atau cara perawatan Alami dimana mereka tidak mau anda
mengetahuinya) mengklaim informasi kesehatan yang penting telah
disembunyikan dengan adanya konspirasi antara pengambil kebijakan
kesehatan dengan perusahaan obat besar. Menurut Trudeau, “Ada
kelompok-kelompok tertentu, termasuk… industri obat … yang tidak
menghendaki masyarakat memahami cara penjagaan kesehatan supaya tidak
diserang berbagai macam penyakit…”


Aktris
dan model Jenny McCarthy saat tampil di acara “Larry King Live,”
menuduh para dokter dan industri farmasi berkomplot untuk melenyapkan
bukti medis dari sebuah mata rantai yang menjelaskan adanya hubungan
sebab akibat antara vaksin-vaksin yang disuntikkan pada masa bayi dan
autism yang kemudian diderita anak-anak tersebut.


2. Sekte Pemuja Setan


Sepanjang tahun 1980-an dan awal 1990-an skandal pelecehan seksual terhadap
anak-anak menggemparkan Amerika. Sejumlah korban mengaku bahwa telah
diperkosa, disiksa, dan dilecehkan oleh orang-orang dewasa dari sebuah
sekte agama, dan media memberitakan pengakuan-pengakuan sensasional ini.
Para korban bahkan dengan tegas mengatakan, apa yang dilakukan
orang-orang itu terhadap mereka adalah terkait dengan kegiatan satanisme atau pemujaan setan. Puncak dari skandal ini adalah saat tayangan perdana talk show bertajuk Geraldo yang dibawakan oleh Geraldo Rivera, penggagas acara tersebut, yang menyajikan tema khusus berjudul Epidemic of Satanic Ritual Abuse atau Epidemi Penyalahgunaan Ritual Pemujaan Setan.
Dalam tayangan pada 1987 ini, pembawa acara keturunan Yahudi yang juga
berprofesi sebagai reporter dan pengacara itu menyatakan, diperkirakan
ada lebih dari 1 juta pemuja setan di Amerika. Mayoritas dari mereka
adalah anggota dari sebuah organisasi yang dikelola dengan sangat
terorganisir dan sangat rahasia.


“Mereka
berasal dari kota-kota kecil hingga kota besar, dan apa yang mereka
lakukan telah menarik perhatian polisi dan FBI karena kasus-kasus
pelecehan seksual yang mereka lakukan terhadap anak-anak, ritul terhadap
setan yang mengerikan, pornografi anak, dan pembunuhan. Mungkin ini
juga terjadi di kota Anda,” jelasnya.


Pada 1992 kepolisian Amerika mendapat laporan tentang telah terjadi pembunuhan, kanibalisme,
dan penculikan anak yang terkait dengan ritual agama, namun setelah
melakukan penyelidikan, agen FBI Kenneth Lanning menyimpulkan bahwa
laporan itu hanya desas-desus yang tidak berdasar. Phillips Stevens,
Jr., Ketua Asosiasi Guru Besar Antropologi dari State University of New
York di Buffalo menegaskan, informasi tanpa bukti yang tersebar luas di
masyarakat tentang adanya kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh para
pemuja setan, tak lebih dari “penglembagaan hoax (kabar bohong) terbesar yang dilakukan atas rakyat Amerika di abad dua puluh”.


3. Buku Protocols of Learned Elders Zion



Buku ini juga semula dianggap hoax, namun belakangan banyak yang mengakui kalau apa yang terkandung dalam buku ini adalah benar adanya.


Protocols of Learned Elders Zion mengungkapkan
adanya sebuah komplotan Yahudi yang ingin menguasai dunia dengan
beragam cara, termasuk dengan memanfaatkan orang Kristen, masalah
keuangan dan kesehatan global, dan dilakukan oleh sekelompok kecil kaum
Yahudi yang tangguh. Gagasan tentang adanya sebuah konspirasi Yahudi bukanlah
sesuatu hal yang baru, dan sudah diceritakan secara berulang-ulang oleh
banyak orang, termasuk olah para tokoh beken seperti Henry Ford dan Mel
Gibson.


Pada
1920, Henry Ford mengeluarkan dana untuk memperbanyak buku “Protocols
of Elders Zion”, dan hingga 1930-an buku itu telah terjual hingga
setengah juta kopi. Buku ini sempat digunakan Nazi sebagai alasan untuk
melakukan genocide (pemusnahan
etnik) terhadap bangsa Yahudi pada Perang Dunia I. Hingga kini buku
tersebut masih beredar di seluruh dunia, meski agak sulit dicari.


4. Roswell Incident





Sekitar
Juli 1947 sesuatu jatuh di peternakan Roswell, New Mexico, dengan
menimbulkan ledakan yang amat luar biasa dan memorakmorandakan sekitar
pusat kejadian. Pada 8 Juli 1947, pihak Roswell Army Air Field (RAAF),
mengeluarkan siaran pers yang isinya mengklaim bahwa peristiwa itu
diakibatkan oleh jatuhnya sebuah piring terbang milik alien atau yang
biasa disebut unindetified flying object (UFO).
Namun tak lama berselang pihak Angkatan Udara meralat pernyataan RAAF
dengan mengatakan kalau peristiwa itu diakibatkan oleh jatuhnya sebuah
balon cuaca, bukan oleh piring terbang. Pernyataan ini bahkan dikuatkan
dengan foto-foto yang diambil dari lokasi kejadian, dimana dalam
foto-foto itu terdapat serpihan-sepihan yang mengacu pada wujud balon
tersebut.


Pernyataan
pemerintah yang berbeda-beda itu membuat khalayak yakin ada sesuatu
yang disembunyikan dari kejadian tersebut dengan maksud-maksud tertentu.
Pada pertengahan 1990-an Angkatan Udara Amerika Serikat mengeluarkan
dua laporan terkait kejadian itu. Di antaranya, bahwa yang jatuh adalah balon udara milik militer untuk sebuah proyek percobaan rahasia yang disebut Project Mogul.
Proyek ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan senjata nuklir dan
rudal balistik milik Uni Soviet. Hingga kini apa yang menyebabkan
kejadian itu masih dianggap misteri karena ditutupi oleh aktifitas
konspirasi tingkat tinggi demi kepentingan negara.


5. Pembunuhan John F. Kennedy




Peristiwa
pada 1963 ini terjadi saat mobil Presiden Amerika ke-35 itu sedang
melaju dengan disertai kendaraan para pengawalnya di Dallas. Siapa yang
telah membunuh Kennedy? Hampir semua pakar teori konspirasi meyakini
kalau Lee Harvey Oswald memang menembaknya dari sebuah kantor bank. Di
luar fakta ini, beredar teori-teori konspirasi lain yang melahirkan
banyak spekulasi yang tak ada akhirnya, baik yang diulas dalam bentuk
ratusan buku, artikel, dan film. Banyak yang bertanya-tanya, adakah
orang selain Oswald yang menghabisi Kennedy? Kalaupun tidak, siapa yang
memberinya perintah? Dan ini tak terungkap hingga kini, karena terhalang
kospirasi besar yang menyertainya.


Pada tahun 1979 sebuah laporan dari The House Select Committee on Assassinations (Organisasi
Komite Pengambil Keputusan tentang Pembunuhan) menganggap bahwa
benar-benar ada konspirasi di balik kasus ini dan tidak menutup
kemungkinan penembaknya lebih dari satu orang.


6. “Kematian” Paul McCartney




Menurut banyak kisah dan teori-teori konsporasi yang beredar di akhir tahun 1960-an; Gitaris Beatles Paul McCartney meninggal pada tahun 1966.
Para anggota Beatles lainnya, di antaranya manajer mereka,
berkonspirasi untuk merahasiakan kematian McCartney sedemikian rupa
sehingga masyarakat tak tahu kalau dia telah tiada. Konspirasi dilakukan
dengan cara membuat tampilan dan suara yang mirip dengan Paul, sehingga
pada sampul album Abbey Road misalnya, foto Paul masih bersama tiga
personal Beatles yang lain, yang digambarkan sedang melangkah di sebuah
zebra cross. Namun bila dicermati dengan jelas, ada kejanggalan di foto
itu, karena hanya McCartney yang berkaki telanjang tanpa sepatu, dan
langkahnya tidak sama dengan langkah ketiga personel Beatles yang lain.


Dalam
kasus ini, orang-orang yang berkonspirasi telah mengambil suatu
tindakan berani hanya demi eksistensi sebuah band yang hingga kini masih
melegenda itu.


7. Pendaratan di bulan




Di
tahun 1978 film Capricorn One, menceritakan tentang astronot Amerika
dan NASA memalsukan sebuah pendaratan di Mars. Meskipun hanya sebuah
film biasa, itu adalah sebuah gagasan yang menarik, dan akan bertahan
untuk beberapa dekade.


Pada
tahun 2001 Fox Televition menyiarkan program “Teori Konspirasi: Apakah
Kita Sudah Mendarat di Bulan?”, yang membahas tentang keraguan banyak
orang tentang apakah benar pada 1969 astronot Neil Amstrong cs telah
mendarat di bulan dengan Pesawat Apollo 11. Keraguan mencuat berdasarkan
foto-foto yang dirilis NASA atas pendaratan itu yang dianggap tidak
sesuai dengan kondisi di bulan.


Para
pihak yang meragukan mengajukan teori dan bukti ilmiah yang menguatkan
pendapat mereka. Di antaranya, mereka memaparkan teori yang menyebutkan
bahwa kemungkinan besar para astronot itu akan habis terpanggang
terlebih dahulu saat melewati ‘sabuk’ Van Allen sebelum mencapai bulan.
Phil Plait, ahli astronomi, bahkan mengemukakan, di bulan tidak ada
atmosfir, sehingga seharusnya bintang-bintang yang terlihat dari langit
di bulan akan bersinar lebih terang. Namun dalam foto-foto yang
diterbitkan NASA, bintang-bintang sama sekali tidak nampak di langit.


Selain
itu, karena di bulan tak ada udara, maka tak ada apapun yang dapat
berkibar di sana. Namun dalam foto-foto NASA maupun dalam video yang
dibuat, bendera AS nampak berkibar. Para pakar astronom yakin, foto-foto
dan video itu dibuat di sebuah studio di Arizona yang disetting
sedemikian rupa sehingga mirip kondisi di bulan.


Fakta-fakta ini membuat para pakar kospirasi yakin, pemerintah AS dan NASA sengaja membuat hoax tentang
pendaratan manusia di bulan untuk menciptakan ketakutan publik dan
menyelamatkan imej Amerika yang saat itu mulai meredup akibat kekalahan
dalam perang Vietnam. Langkah ini juga sekaligus ingin memukul telak Uni
Soviet yang kala itu bersaing ketat dengan AS dalam kemajuan teknologi
luar angkasa.


8. Iklan kilas




Pernahkah
ketika Anda menonton film di bioskop dan tiba-tiba diberi makanan
ringan atau permen dengan merk tertentu? Atau ketika menonton sebuah
acara TV dan tiba-tiba mendapat himbauan untuk membeli sebuah mobil
baru? Jika demikian, Anda mungkin korban dari sebuah konspirasi iklan
kilas!


Wilson
Bryan Key, pengarang buku Subliminal Seduction (Godaan di Bawah Sadar),
dan Vance Packard, pengarang buku Hidden Persuaders, dalam bukunya itu
mengklaim bahwa pesan-pesan kilas ini bertujuan untuk mempengaruhi alam
bawah sadar manusia, sehingga tanpa sadar membeli produk yang
diiklankan. Kedua buku tersebut sempat menimbulkan kepanikan publik,
namun segera banyak yang meragukannya. Bahkan beberapa hasil studi
tentang pengaruh iklan terhadap alam bawah sadar tidak menemukan fakta
adanya iklan kilas dengan tindakan yang dilakukan manusia tanpa sadar.


Sekitar
tahun 1980-an, dua kelompok musik heavy metal Styx dan Judas Priest
menjadi sorotan publik karena menyelipkan pesan-pesan di bawah sadar
untuk menggemarnya, sehingga memicu terjadinya kasus bunuh diri di
kalangan remaja. Juds Priest sempat diperkarakan secara hukum, namun
kasusnya kemudian ditutup begitu saja oleh pemerintah Inggris.


Proses
mental di alam bawah sadar sebenarnya benar-benar ada, dan dapat diuji,
karena proses ini hanya perlu untuk mendorong seseorang agar
memperepsikan sesuatu dalam hitungan detik. Konspirasi di balik
penyangkalan motif di balik pesan kilas ini pernah diparodikan dalam
acara televisi berjudul Max Headroom pada tahun 1980-an. Dalam tayangan
ini, para penonton digambarkan sedang marah setelah melihat pesan-pesan
di bawah sadar yang disebut “blipverts”.


9. Kematian Putri Diana




Berjam-jam
setelah kematian Putri Diana pada tanggal 31 Agustus 1997 di terowongan
jalan raya Paris, teori-teori konspirasi berseliweran. Seperti halnya
kasus kematian John F. Kennedy, gagasan mengenai orang yang dicintai
publik dan figur kelas tinggi yang tiba-tiba terbunuh sangat
menggoncangkan. Khususnya untuk seorang Putri Diana. Orang sering
mendengar orang-orang kerajaan yang meninggal karena sudah tua, intrik
politik, atau terlalu banyak makan makanan yang enak, tapi tidak pernah
ada yang didapati telah dibunuh oleh seorang pengemudi yang mabuk.


Tidak
seperti umumnya teori konspirasi, untuk kasus ini telah dilibatkan
seorang milyuner, yakni Mohammad Al-Fayed, ayah dari Dodi Al-Fayed yang
ikut terbunuh bersama Diana. Al-Fayed mengklaim bahwa kecelakaan
tersebut adalah sebuah pembantaian yang dilakukan oleh para agen
intilijen Inggris, atas permintaan dari keluarga kerajaan. Klaim dari
Al-Fayed diuji dan kemudian diabaikan sebagai sesuatu yang tidak
beralasan oleh sebuah pemeriksaan pada tahun 2006. Pada 2007, pada
pemeriksaan mayat Putri Diana, pemeriksa mayat menyatakan bahwa “Teori
konspirasi yang dikemukakan oleh Mohamed Al Fayed diteliti dan diuji,
dan ditunjukkan dengan tidak disertai substansinya.” Pada tanggal 7
April pada tahun itu, dewa juri pemeriksa mayat menyimpulkan Diana dan
Al-Fayed telah dibunuh secara melawan hukum disebabkan kealpaan supirnya
yang mabuk dan akibat kejaran paparazzi.


10. Penyerangan WTC (Peristiwa 9/11)




Bukti
yang berlimpah mengarahkan pada kesimpulan bahwa serangan teroris yang
terjadi terhadap gedung kembar WTC (World Trade Center) di New York pada
tanggal 11 September 2001, adalah benar-benar hasil dari sebuah
konspirasi. Tidak ada keraguan tentang itu, baik dari dekat atau
sepintas lalu, jika memperhatikan bukti yang membuat kejadian ini jelas
merupakan sesuatu yang direncanakan secara hati-hati dan matang.
Pertanyaannya, tentu saja, siapa saja para konspirator tersebut?


Osama
bin Laden dan teman-temannya yang menjadi pembajak-pembajak adalah
bagian dari konspirasi, tapi bagaimanakan kedudukan Presiden Bush dan
Wakil Presiden Dick Cheney dalam kasus ini? Apakah kepala penasehat
Bush, termasuk Paulus Wolfowitz dan Donald Rumsfeld juga bekerja sama
dengan Osama bin Laden, atau dengan sengaja membiarkan serangan-serangan
itu terjadi? Atau dengan kata lain, apakah itu pekerjaan jahat?


Pakar
teori konspirasi percaya, dan menunjuk sebuah katalog yang berisi
dugaan-dugaan ketidakkonsistenan terhadap “versi resmi” pemerintah atas
serangan tersebut. Banyak dari klaim-klaim teknik konspirasi yang
diekspos oleh majalah Popular Mechanics pada bulan Maret 2005, sementara
klaim-klaim yang lain disangkal oleh logika sederhana. Majalah tersebut
menyebutkan: Jika pesawat udara yang ditabrakkan ke Pentagon itu tidak
hancur, seperti yang beberapa kali dikemukakan, lalu di manakah pesawat
dengan nomor penerbangan 77 tersebut beserta para awak dan penumpangnya
berada? Adakah mereka sedang bersama dengan alien-alien Roswell di
Hangar 18?


Di
dalam banyak teori konspirasi, ketidakcakapan birokratis sering membuat
kesalahan dalam konspirasi. Pemerintah yang sangat efisien, banyak
pengatahuan, dan kapabel, merupakan aset yang memungkinkan serangan
seperti itu takkan terjadi. Namun dalam kejadian ini, semua itu hancur
hanya karena kegagalan mendeteksi atau merespon sinyal-sinyal dan
informasi diperoleh sebelumnya. Suangguh suatu hal sulit yang sulit
dipercaya jika tak ada konspirasi di balik kejadian terbesar di awal
abad 21 itu.

1 komentar:

  • 16 Januari 2012 14.46

    It's rare to encounter an expert in whom you might have some faith. In the world of today, nobody definitely cares about showing others the answer in this issue. How fortuitous I am to have actually found such a wonderful website as this. It's people like you who really make a real difference these days through the strategies they talk about.

    delete

Poskan Komentar

 

tambah info Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger